DASAR PENDIDIKAN

Posted on October 4, 2011

0


DASAR PENDIDIKAN

Oleh: Ceceng Salamudin

 

Seandainya ada dasar pendidikan yang lebih baik dari pada pancasila, bisa jadi aku meninggalkan pancasila dan memilih dasar pendidikan yang baru itu untuk memperbaiki pendidikan.

 

Dasar pendidikan adalah pancasila. Isi pancasila mengkritik rasionalisme dan empirisisme yang diagung-agungkan. Intinya pancasila mengkritik positivisme. Intinya ia mengkritik paradigm sain. Intinya ia mengkritik kebudayaan Barat. Intinya bahwa dasar pendidikan kita berbeda dengan pendidikan Barat. Itu yang bisa saya rangkum dari pemikiran Prof. Tafsir.

Mengapa kita menyetujui pancasila sebagai dasar pendidikan? Pertama, kita takut akan “dipenjarakan” dan disebut pemberontak Negara kalau tidak mengakui pancasila. Kedua, memang kita memahami isi pancasila. Ia tidak bertentangan dengan keberagamaan kita. Ketiga, belum ada dasar pendidikan yang lebih bagus dari pada pancasila. Ini pemikiran so tau saya saja.

Alasan pertama penjabarannya begini. Kita hidup dalam Negara Indonesia. Dasar negaranya adalah pancasila. Maka kita harus mengakui pancasila sebagai dasar negara kita, termasuk dalam bidang pendidikan. Nah, kalau kita mau merubah pancasila, maka kita menyalahi dasar negara itu. Yang menyalahi atau bertentangan dengan pancasila berarti melanggar hukum. Yang melanggar hukum akan dihukum sesuai hukum yang berlaku. Jadi, kalau kita mencari dasar negara selain pancasila, kemudian dasar negara itu dijadikan sebagai dasar pendidikan, maka rumusan tentang dasar pendidikan itu tidak akan pernah beres-beres. Wong, kita harus lari-lari dikejar polisi. Kapan kita mau khusu’ merumuskan dasar pendidikan itu, apalagi merumuskannya dalam tataran operasional.

Dulu Kartosuwiryo juga akan merubah dasar Negara itu. Tapi tidak berhasil. Dauh Beueruh juga begitu. Yang paling baru adalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka tidak berhasil karena gerakan mereka bertentangan dengan dasar negara ini. Mereka tidak pernah khusu’ untuk merumuskan dasar negara  Jadi, intinya nggak usah cape-cape merumuskan dasar negara yang baru, mendingan merumuskan dasar pendidikan yang dijiwai oleh pancasila sebagai dasar negara.

Alasan kedua memang kita memahami kandungan pancasila. Ia sesuai dengan filsafat bawang merah itu, yang pernah dijelaskan oleh Prof. Tafsir. Filsafat ini menjelaskan bahwa ada yang esensi dan sejati dari sebuah bawang merah ini. Ketika lapisan bawang merah dikupas dan terus dikupas, maka akan tampak yang esensinya dari bawang ini, yaitu kita menyebutnya kotiledon atau lembaga bawang. Esensi ini yang menjadikan bawang bisa tumbuh, bukan lapisan-lapisan pembungkusnya. Begitupun dengan pancasila. Ada yang esensi dari kelima dasar pancasila ini, yaitu sila pertama yang berbunyi Ketuhananan Yang Maha Esa. Jadi, keempat dasar pancasila yang lain tidak akan ada apa-apanya tanpa sila pertama ini. Inilah sebenarnya yang menjadi alasan tokoh-tokoh muslim menerima pancasila sebagai dasar negara dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu tadi bahwa pancasila tidak bertentangan dengan agama.

Alasan ketiga belum ada dasar pendidikan yang lebih bagus dari pada pancasila. Ini sebenarnya mengisyaratkan bahwa kalau ada dasar pendidikan yang lebih bagus dari pancasila,  berarti saya tidak akan mengakui pancasila sebagai dasar Negara. Bisa jadi sich begitu. Namun ternyata belum ada dasar pendidikan yang lebih bagus dari pancasila. Dulu sesudah pancasila lahir tahun 1945, usaha untuk menjadikan dasar lain sebagai dasar Negara sempat ramai. Darus Islam dan komunisme ternyata tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Jadi, artinya pancasila masih bagus ketimbang yang tidak bisa diterima itu.

Posted in: Artikel